oleh2 opini dari Bali

Posted: December 11, 2010 in travelling

oleh2 dari Bali kemaren cuma another cerita di blog ini lagi  entah kenapa liburan kemaren nampaknya lebih berkesan dari liburan ke bali sebelumnya, kalo saya perhatikan bali kayaknya semakin berkembang saja sempat shock juga melihat bali sekarang bangun hotel sana sini, saat saya berputar memakai sepeda motor2 malam2 melewati kuta Bali wuiih yang namanya clothing, tempat  shopping dan resto tak terhitung banyaknya, kalo saya perhatikan hotel2, pernak pernik, toko furniture, toko lukisan, pernak pernik dan dan toko2 clothing yang ada di area kuta-legian-seminyak. memang dipersembahan untuk turis asing makanya tak heran juga kalo harganya overprice,  hanya jadinya kok malah jadi kencenderungan kita mengejar pasar bukannya mendahulukan promosi kebudayaan yang harusnya agak sedikit dibedakan, i mean apa gunanya orang barat travelling ke bali, tapi toh ternyata suasana di bali sendiri seperti kebarat-baratan? buat beberapa orang yang benar2 ingin melihat exotisnya bali pasti berpikir ‘loh ini mah sama banget sama di kampung halaman gua, cuman bedanya ga ada salju dan pantai’

Saya sendiri sih menyayangkan kalo sampai budaya bali nya sendiri perlahan semakin hilang, karena melihat kemauan pasar, lucunya disini saya juga tidak bisa menyalahkan turis, karena kalo dipikir-pikir si turis ini meski ada di negeri orang tetap mencari sesuatu yang senyaman di negeri mereka, makanya dibikin konsep serba kebarat-baratan supaya mereka betah, ada yang bilang kalo Seminyak sendiri Beverly hills nya Bali, ini semakin mempekuat saja kalo bali sudah banyak sekali berubah, belum lagi para investor asing yang membuka lahan disitu ya pasti konsepnya serba kebarat-baratan, tapi ya meski arah perkembangannya saya liat serba wah, sparkling blink2 bagusnya cuman berfokus ke kuta-legian-seminyak.

Nusa dua sendiri dibuat se-ekslusif dan se-private mungkin , resort mewah, tertutup dan jauh dari jangkauan turis tidak terlalu berduit dan pastinya pedagang2 asongan yang kadang suka rese itu. Hanya saja lucunya di tempat ini justru saya jadi tidak merasa sedang  ada di Bali, entah seperti dimana, tempat ini serba teratur, bersih, pantai pasirnya pun sangat bersih dan putih,  namun athmosfere Balinya kok jadi kurang terasa, mudah2an saja pembangunan2 ke depan ada aturan khusus untuk tidak lupa menanamkan bahwa Bali bukan australia, amerika atau eropa, harusnya tetap mempunyai ciri khas dan memperkuat atmospehere indonesianya.

Terlepas dari topik diatas buat saya Bali itu bagai berada dalam planet spa nan exotis, saya suka sekali dengan berbagai aroma therapy, wangi minyak pijat bali, lilin wangi , sabun2 spa,dan lampu remang2 malam hari yang romantis, wangi2an dan bunga2 putih, hal2 itulah yang menjadi icon tentang bali buat saya, selain suasana mistis, tarian dan suara musik yang khas, dan pohon yang di selendangi kain motif mirip papan catur hitam putih. Jika saya melintas ke arah temple saya senang melihat ‘bli2’ dengan ikat kepala dan bunga putih di belakang telinga mereka, para wanitanya memakai baju samping dan meletakan sesembahan di atas kepala mereka, yup inilah satu2nya pemandangan yang tidak akan pernah saya lihat di manapun selain di Bali.

Hal lain lagi yang saya suka dari bali yaitu melihat pertunjukkan tari kecak yang membuat saya terngiang-ngiang, biasanya kecak ini hanya pengiring dalam pertunjukan tari barong yang kalo saya liat tetap juga belum bosan juga, saya sering terheran heran ketika mereka menyuarakan cak cak cak cak cak berulang-ulang kadang dengan tempo yang cepat kadang lambat tapi semuanya stabil dan konstan entahlah buat saya seperti ritual mengulang ulang doa jadi kita bagai terhipnotis didalamnya seperti misal mendengar ucapan  Ohm diucap berulang-ulang dalam temple atau ketika seorang mengucap nama Allah berulang-ulang terasa menggema gema dan terekam di kepala saya. Selain bunyi2an dan suara saya suka dengan image patung2 dewa Bali, favorit saya adalah patung di bunderan arah menuju Denpasar saya tidak tahu itu patung dewa siapa tapi terlihat begitu gagah dibanding patung liberty yang menurut saya terlihat membosankan (wanita yang membawa obor dengan mahkota runcing saja), lalu satu lagi patung arah bandara, hmm persisinya tidak tahu juga itu mitos cerita tentang siapa tapi ada kereta kuda ditunggangi oleh 2 pangeran dan nampak seorang yang gagah berdiri di atas kuda dan melakukan penyerangan pada salah satu pangeran dalam kereta kuda .

Untungnya Bali masih mempunyai daerah sejuk seperti Kintamani dan tempat seperti Ubud jadi meski ada area trashy seperti kuta, daerah tenang dan terjauh dari hiruk pikuk  party dan gemerlap hiburan malam ini sangatlah menambah point tersendiri, beberapa pantai di bali sudah tidak bersih lagi ini yang sangat disayangkan entah bagaimana mengatasinya. Hanya saja kalo saya lihat perkembangan yang semakin menjadi-jadi sekarang sebaiknya pemerintah harus memikirkan cara agar kawasan ini tetap terjaga keindahannya, otherwise asset besar ini  suatu hari akan turun dan perlahan menjadi semakin kotor dan tidak disukai lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s